0
Posted by Riri
on
21.48
ASAM BASA
(Makalah Kimia
Anorganik)
Penulis
Nama : 1. Dini Andriani (1313023018)
2. Ummul Karimah (1313023082)
Program Studi : Pendidikan Kimia (B)
Mata Kuliah : Kimia Anorganik
Dosen : 1. Dr. Noor Fadiawati, M.Si.
2. M. Mahfudz
Fauzi S, S.Pd. M.Sc.
PENDIDIKAN
KIMIA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
LAMPUNG
BANDARLAMPUNG
2014
DAFTAR ISI
COVER...................................................................................................................i
DAFTAR
ISI..........................................................................................................ii
KATA
PENGANTAR..........................................................................................iii
I.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.................................................................................1
1.2 Tujuan..............................................................................................2
1.3 Rumusan
Masalah............................................................................3
II.
PEMBAHASAN
2.1 Asam Basa Lux
Flood.....................................................................4
2.2 Superasam.......................................................................................5
2.3 Asam Basa Usanovic.......................................................................9
III.
PENUTUP
3.1 Kesimpulan....................................................................................18
DAFTAR PUSTAKA
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT yang mana berkat rahmat dan
hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah Kimia Anorganik tentang “Asam
Basa” dengan tepat waktu.
Dalam
kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya
kepada dosen pengampu mata kuliah Kimia Anorganik Ibu Dr. Noor Fadiawati,M.Si.
dan Bapak Mahfudz,S.Pd. M.Sc. yang telah membimbing kami selama mata kuliah
kimia anorganik.
Kami
menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan.
Oleh sebab itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga
menjadi pembelajaran bagi kami agar terciptanya makalah yang lebih baik lagi.
Demikian, semoga makalah ini dapat menjadi bahan pembelajaran dan bermanfaat
bagi kita semua.
Bandar
Lampung, 5 November 2014
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Lewis menyatakan asam tidak hany terbatas pada suatu senyawa
yang mengandung hidrogen saja. Teori asam-basa Lewis menjelaskan banyak reaksi organik
termasuk reaksi asam-basa, seperti CH3 , C2H5
, CH3CO adalah asam, masing-masing, dengan basa H , OH-,
C2H5O-bergabung untuk membentuk CH4, C2H5OH,
CH3COOC2H5.Namun, teori asam-basa Lewis juga
memiliki beberapa kelemahan. Sebagai contoh, beberapa reaksi redoks (misalnya
NaH HCl == NaCl H2) dapat disebut reaksi netralisasi asam-basa.
Setelah
Teori Lewis pada tahun 1939 kimiawan dari Uni Soviet, Usanovich juga
mengusulkan baru pada reaksi asam-basa, kation dapat dilihat sebagian besar
bahan pada asam atau basa. Definisi ini
merupakan perkembangan dari definisi asam Lewis dan ditambah reaksi redoks.
Pada reaksi
asam Basa Bronsted-Lowry, terdapat dua pasangan asam basa. Pasangan
pertama merupakan pasangan antara asam dengan basa konjugasi (yang menyerap
proton); dalam hal ini ditandai dengan Asam-1 dan Basa-1. Pasangan kedua adalah
pasangan antara basa dengan asam konjugasi (yang memberi proton); dalam hal ini
ditandai dengan Basa-2 dan Asam-2. Rumusan kimia pasangan asam-basa konjugasi
hanya berbeda satu proton (H+).
Berbeda
dari teori protonik bronstead Lowry , pada tahun 1939 H. lux melukiskan tingkah
laku asam-basa berkenaan dengan ion oksida , yang kemudian diperluas oleh
H.Flood dkk pada tahun 1947. Konsep ini dapat
diterapkan
pada system non-protonik , misalnya pada reaksi lelehan senyawa-senyawa
anorganik pada temperature tinggi.
Untuk
mengetahui lebih banyak tentang teori-teori baru mengenai asam basa yang
diadopsi dari teori sebelumnya, maka kita perlu untuk membahas tentang asam
basa Lux-Flood, superasam, dan asam basa Usanovich.
1.2
Tujuan
Adapun tujuan dari dibuatnya makalah ini
adalah sebagai berikut:
1.
Mengetahui
teori asam basa Lux-Flood
2.
Mengetahui
teori superasam
3.
Mengetahui
teori asam basa Usanovich
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Asam Basa Lux-Flood
Pada tahun 1939, kimiawan jerman Hermann Lux mengemukakan teori asam basa oksigen. Kemudian pada
tahun 1947, Håkon Flood
mengembangkan kembali teori ini yang hingga sekarang masih digunakan pada
bidang geokimia modern dan lelehan garam.
CaCO3 + H2O = Ca(OH)2
CaCO3
+2H2O
CO2 + H2O = H2CO3
CaO
+ CO2 CaCO3
Bila CaO dan CO2
mula-mula dibiarkan bereaksi dengan air, produk hidrasilnya segera dikenali
sebagai asam dan basa. Reaksi antara asam dan basa tersebut menghasilkan garam
CaCO3 dan pelarut, merupakan reaksi penetralan. Namun reaksi
tersebut dapat dikerjakan secara langsung seperti pada persamaan kedua, tanpa
keikutsertaan pelarut. Sewajarnyalah bila selanjutnya reaksi tersebut dianggap
sebagai reaksi asam basa. Beberapa contoh lain dari reaksi langsung antara oksida
asam dan oksida basa adalah:
CaO
+ SiO2 CaSiO3
3Na2O
+ P2O5 2Na3PO4
Prinsip
umum dalam proses tersebut dikenali oleh Lux dan Flood, yang mengusulkan bahwa
asam didefinisikan sebagai donor ion
oksida dan basa sebagai akseptor ion
oksida. Jadi pada reaksi tersebut, asam yaitu CaO dan Na2O menyediakan ion
oksidanya kepada basa CO2, SiO2, dan P2O5,
sehingga asam membentuk anion CO32-, SiO32-,
dan PO43-.
Konsep
asam basa Lux-Flood sangat berguna dalam pengelolaan sistem anhdridat pada suhu
tinggi seperti dijumpai pada keramik dan metalurgi. Konsep ini hubungannya
terbalik dengan kimia pada sistem air dari asam-basa, karena asam adalah oksida
yang bereaksi dengan air menghasilkan basa, misalnya:
Na2O
+ H2O 2Na + 2OH-
Dan
basa adalah anhidrida dari asam dalam air, misalnya:
P2O5
+ 3H2O 2H3PO4
2.2 Asam Super
Ada
sejumlah zat cair yang sifat asamnya nyata sekali, yaitu sekitar 106
– 1010 kali dibandingkan laruran pekat asam yang sangat kuat seperti
asam nitrat dan asam sulfat. Asam tersebut disebut asam super, pada tahun –
tahun terakhir ini sejumlah besar ilmu kimia baru ditemukan dalam media semacam
ini. Sistem asam super perlu bersifat nonair, karena keasaman sistem air
manapun dibatasi oleh fakta bahwa asam yang paling kuat yang bisa didapatkan
dengan adanya air adalah H3O+. Setiap asam yang lebih
kuat hanyalah memindahkan protonnya kepada H2O membentuk H3O+
.
Untuk
mengukur keasaman asam super diperlukan penetapan suatu sekala diluar skala pH
normal , dan ditetapkan menurut pengukuran secara experiment. Yang biasanya
digunakan adalah fungsi keasama Hammet, H0 , yang ditetapkan sebagai
berikut :
Dimana
B adalah indikator basa , dan BH+ bentuk terprotonnya. pKBH+ adalah
–log K bagi disosiasi BH+ .
Perbandingan [BH+] / [B] dapat diukur secara spektrofotometri. Dengan
menggunakan basa yang kebasaannya sangat rendah (nilai pK sangat negatif) sekala Ho dapat diperluas sampai kenilai sangat
negatif yang sesuai dengan nilai bagi asam super. Skala Ho menjadi identik
dengan skala pH dalam larutan air
encer . secara kasar nilai Ho dapat dibayangkan sebagai nilai pH
yang diperluas dibawah pH
= 0.
Cairan
asam kuat yang lain dan tingkat keasaman mereka dapat dilihat pada tabel
dibawah ini:
|
Acid
|
H0
|
|
|
Sulfuric acid
|
H2SO4
|
-11,9
|
|
Hydroflouric acid
|
HF
|
-11,0
|
|
Perchloric acid
|
HClO4
|
-13,0
|
|
Flourosulfonic acid
|
HSO3F
|
-15,6
|
|
Triflourometanesulfonic acid
|
HSO3CF3
|
-14,6
|
|
Magic acid
|
HSO3F-SbF5
|
-21,0 to -25
|
|
Fluoroantimonic acid
|
HF-SbF5
|
-21 to -28
|
Sistem
asam super yang pertama dipelajari secara kuantitatif adalah larutan pekat H2SO4.
Asam sulfat murni mempunyai Ho= -12; kira – kira 1012 kali lebih
asam dari pada larutan H2SO4 1 M dalam air. Bila
ditambahkan SO3 untuk menghasilkan oleum, Ho dapat mencapai kira –
kira -15.
Asam
hidrofluorat mempunyai Ho sekitar -11,
dan harga ini naik lebih lanjut dengan penambahan akseptor ion fluorida
seperti SbF5, walaupun harga numerik belum pernah dilaporkan.
Media
asam super yang mempunyai penerapan luas, diperoleh dengan penambahan AsF5
atau SbF5 kepada asam fluorosulfonat, HSO3F. Asam
fluorosulfonat murni mempunyai Ho = -15 dan berguna karena daerah cairnya yang
luas, dari -89O sampai 164o
, mudah dimurnikan, dan zat itu tidak bereaksi dengan gelas asalkan bebas
dari HF. Otoionisasi HSO3F adalah
2HSO3F
= H2SO3F+ + SO3F-
Dan
setiap penambahan zat yang menaikkan konsentrasi H2SO3F+ menaikkan keasaman , penambahan sekitar 10
mol % SbF5 kepada HS03F menaikan – Ho kira- kira 19. Harga –H
tertimggi yang sejauh ini diamati ialah 19,4 bagi HSO3F yang
mengandung 7% SbF5. Campuran – campuran HSO3F dan SbF5
1 : 1 Molar sering disebut magic acid
, walaupun penambahan SbF5 diluar +
10% hanya sedikit menaikkan keasaman.
Kemampuan
SbF5 untuk meninggikan keasaman HSO3F terutama akibat
kesetimbangan :
2HSO3F + SbF5 H2SO3F+ +
SbF5 (SO3F)
Media
asam super telah digunakan dalam berbagai cara . yang paling nyata adalah untuk
memprotonkan molekul yang biasanya tidak dianggap basa, misalny hidrokarbon
aromatik. Jadi fluorobenzena dalam HF/SbF5 atau HSO3F/SbF5
mengahsilkan ion :
F
|
+
|
H
H
Banyak
spesi kation lain yang akan segera dirusak bahkan oleh basa lemah dapt dibuat
didalam, dan diisolasi dari media asam super. Ini meliputi ion karbonium
(persamaan 1) dan kation halogen (persamaan 2) , begitu pula beberapa kation
polinuklir dan sulfur, selen, tellur, seperti S42+, S82+
, Se42+ , dan Te42+.
(CH3)3COH asam super
(CH3)3C+ + H3O+ ...(1)
I2 asam super I2+ dan/atau I3+
...(2)
2.3 Asam Basa Usanovich
Pada tahun
1938, Mikhail Usanovich
mengembangkan teori asam yang lebih umum dari teori asam basa Lewis. Meskipun
defenisi Lewis dan Bronsted adalah yang paling umum digunakan, masih ada
beberapa klasifikasi lain yang dikemukakan untuk menafsirkan perilaku asam
basa. Diantara klasifikasi tersebut, salah satunya, yaitu defenisi Usanovich. Defenisi
asam basa Usanovich belum banyak digunakan, karena sulit diakses oleh dunia
luar. Dimana defenisinya Usanovich adalah spesi
yang mampu memberikan kation untuk bergabung dengan anion atau elektron atau
menetralkan basa untuk menghasilkan garam. Sedangkan basa didefenisikan sebagai spesi yang mampu memberikan anion atau
elektron untuk bergabung dengan kation atau menetralkan asam untuk
mengahasilkan garam.
Usanovich
mencakup baik semua definisi asam basa yang telah ada sebelumnya maupun reaksi
oksidasi-reduksi sebagai kelas khusus dalam reaksi asam basa. Meskipun tidak
terlalu rumit, definisi ini meliputi dari asam basa Lewis dan reaksi redoks
yang terdiri dari transfer satu atau lebih elektron. Contoh reaksinya adalah :
+ O=C=O HOC
Ussanovich
mengembangkan teori asam basa Lewis dengan memasukkan oksidator (menerima
elektron dari sistem) sebagai asam dan reduktor (memberikan elektron ke sistem)
sebagai basa. Dari definisi asam basa
Ussanovich secara eksplisit reaksi redoks juga merupakan reaksi asam basa.
Tetapi reaksi asam basa belum tentu merupakan reaksi redoks. Contoh:
2Li + 2 H2O H2 + 2 Li+ + 2 OH-
·
Li bereaksi dengan H2O
menyebabkan kenaikan pH (menghasilkan OH- sehingga sebagai basa)
·
2 Li 2 Li+ + 2 e-
; merupakan proses oksidasi (Li sebagai reduktor)
K + S K2S
·
K mengalami oksidasi dengan
melepaskan 1e- sehingga K sebagai basa
·
S mengalami reduksi dengan
menerima 2e- dari 2 atom K sehingga S sebagai asam)
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Adapun
kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Selain teori asam basa Arrenius,
Bronsted – Lowry, dan Lewis masih ada beberapa teori asam-basa yaituTteori
asam-basa Lux Flood, Asam Super, dan Teori asam-basa Usanovich.
2. Teori asam-basa Lux dan Flood menyatakan
bahwa asam didefinisikan sebagai donor
ion oksida dan basa sebagai akseptor
ion oksida.
3. Sistem asam super bersifat nonair,
karena keasaman sistem air manapun dibatasi oleh fakta bahwa asam yang paling
kuat yang bisa didapatkan dengan adanya air adalah H3O+.
Setiap asam yang lebih kuat hanyalah memindahkan protonnya kepada H2O
membentuk H3O+.
4. Defenisi Usanovich adalah spesi yang mampu memberikan kation untuk
bergabung dengan anion atau elektron atau menetralkan basa untuk menghasilkan
garam. Sedangkan basa didefenisikan
sebagai spesi yang mampu memberikan anion atau elektron untuk bergabung dengan
kation atau menetralkan asam untuk mengahasilkan garam.
DAFTAR PUSTAKA
Cotton,
dan Wilkinson. 1976. Kimia Anorganik
Dasar. Jakarta : UI Press
Miessler, Gary L dan Donald
A. Tarr.1990. Inorganic Chemistry. Englewood
Cliffs, N.J. : Prentice-Hall International.
Day, M. Clyde. 1987. Kimia Anorganik Teori. Yogyakarta :
Universitas Gajah Mada Press.
Posting Komentar