0
Posted by Riri
on
23.53
(Makalah Dasar-dasar Kurikulum)
Penulis
Nama : Ummul Karimah
NPM : 1313023082
Mata Kuliah : Dasar-dasar Kurikulum
Dosen : Dr. Dwi Yulianti, M.Pd.

PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN
ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2014
DAFTAR
ISI
COVER...................................................................................................................i
DAFTAR
ISI..........................................................................................................ii
KATA PENGANTAR...........................................................................................iii
I.
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang................................................................................1
1.2 Tujuan.............................................................................................2
1.3 Manfaat...........................................................................................2
II.
PEMBAHASAN
2.1 Model konsep Kurikulum..............................................................3
2.2 Komponen-komponen
Kurikulum..................................................5
2.3 Pola Pengorganisasian
Kurikulum..................................................9
III.
PENUTUP
3.1 Kesimpulan...................................................................................11
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah swt yang mana berkat rahmat dan
hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Pola Pengorganisasian
Kurikulum”.
Dalam
kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya
kepada dosen pengampu mata kuliah
Dasar-dasar Kurikulum, Ibu Dr. Dwi Yulianti, M.Pd. yang telah membimbing kami selama perkuliahan sehingga
kami mampu meyelesaikan makalah ini.
Kami
menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan.
Oleh sebab itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga
menjadi pembelajaran bagi kami agar terciptanya makalah yang lebih baik lagi.
Demikian, semoga makalah ini dapat menjadi
bahan pembelajaran dan bermanfaat bagi kita semua.
Bandarlampung, 24 Desember2014
Penulis
I.
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Pada era globalisasi seperti sekarang ini,
kebutuhan akan sumberdaya manusia
yang kompeten merupakan sesuatu yang
mendesak untuk disikapi, hal ini disebabkan semakin tingginya tingkat
persaingan di semua sektor kehidupan, baik sector perdagangan,
perindustrian,teknologi maupun pariwisata. Untuk mampu berperan menjembatani
komunikasi dalam sektor-sektor tersebut, para tenaga professional yang berhubungan
dengan peran bahasa Jepang tersebut, dituntut pula memiliki kompetensi dan
profesionalitas yang tinggi.
Kebutuhan tenaga kerja bahasa Jepang untuk
hotel sangat dibutuhkan, namun
sangat disayangkan hingga saat ini
tenaga-tenaga bahasa Jepang yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan dan
pelatihan belum bisa menjawab kebutuhan pengguna jasa tenaga kerja di bidang
hotel. Salah satu penyebabnya adalah kurikulum yang digunakan selama ini tidak
bisa memenuhi tuntutan pekerjaan dan untuk mengatasinya maka disusunlah
kurikulum kursus bahasa Jepang untuk hotel.
Kursus bahasa Jepang untuk hotel merupakan
program pendidikan dalam lingkungan pendidikan non formal yang menggunakan
kurikulum berbasis komptensi yang memberikan keterampilan agar peserta didik
terlibat dalam berbagai pengalaman belajar sehingga mereka memiliki arti bagi
kehidupannya. Program pendidikan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu
pilihan bagi masyarakat, baik sebagai pengganti dan penambah pendidikan formal
untuk mencetak tenaga bahasa Jepang untuk hotel yang terampil dan siap kerja.
Kurikulum Bahasa Jepang ini disusun oleh
Kementrian Pendidikan tahun 2009 dimana kurikulum ini sangat penting untuk
anak-anak Indonesia yang berminat serta berbakat dalam bidang berbahasa. Dalam
makalah ini akan dibahas mengenai analisis kurikulum luar sekolah atau
nonformal tentang Kurikulum Bahasa Jepang berdasarkan model konsep kurikulum,
komponen – komponen kurikulum, dan struktur pengorganisasian kurikulum.
1.2
Tujuan
Adapun tujuan dari makalah Analisis
Kurikulum Luar Sekolah ini adalah sebagai berikut :
1. Menganalisis Kurikulum Bahasa Jepang
berdasarkan model konsep kurikulum.
2. Menganalisis Kurikulum Bahasa Jepang berdasarkan
komponen-komponen kurikulum.
3. Menganalisis Kurikulum Bahasa Jepang televisi
berdasarkan pola pengorganisasian kurikulum.
1.3
Manfaat
Adapun manfaat dari makalah Analisis
Kurikulum Luar Sekolah ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui Kurikulum Bahasa Jepang berdasarkan
model konsep kurikulum.
2. Mengetahui Kurikulum Bahasa Jepang berdasarkan
komponen - komponen kurikulum.
3. Mengetahui Kurikulum Bahasa Jepang berdasarkan
pola pengorganisasian kurikulum.
II.
PEMBAHASAN
2.1 Model Konsep
Kurikulum
Model konsep kurikulum dibedakan atas empat.
Landasan hal ini bersumber dari aliran pendidikan yang dianut. Menurut Oliva
(1989) macam-macam model konsep kurikulum berlandaskan pada asumsi dan
pandangan yang berbeda terhadap kedudukan guru, siswa, konten, dan proses
pendidikan. Empat model konsep kurikulum yaitu kurikulum subjek akademis,
humanistik, rekonstruksi, dan teknologi. Jika
kita analisis berdasarkan kurikulum bahasa Jepang ini, ada 3 macam model konsep
kurikulum yang terdapat didalam kurikulum bahasa Jepang. Diantara nya adalah sebagai berikut :
2.1.1
Kurikulum Subjek Akademis
Kurikulum model ini berisikan
pembelajaran diambil dari setiap disiplin ilmu. Sesuai dengan bidang disiplin
para ahli. Para pengembang kurikulum dapat memilih bahan materi ilmu yang telah
di-kembangkan para ahli disiplin ilmu, kemudian mengorganisasinya secara
sistematis sesuai dengan tujuan pendidikan dan tahap perkembangan siswa.
Kurikulum ini mengutamakan pengetahuan sehingga pembelalajaran
bersifat intelektual. Nama-nama mata pelajaran yang menjadi isi kurikulum
hampir sama dengan disiplin ilmu. Para pengembang kurikulum subjek akademis
lebih meng-utamakan penyusunan bahan secara logis dan sistimatis daripada
mengurutkan bahan dengan kemampuan berpikir siswa. Pengembang kurikulum ini
kurang memper-hatikan bagaimana siswa belajar dan mengabaikan kebutuhan
masyarakat setempat. Pengembang
kurikulum lebih mengutamakan susunan isi, yang akan diajarkan.
Jika sudah dijabarkan di atas bahwa model kurikulum ini mengutamakan
susunan isi yang akan diajarkan. Dapat kita lihat dalam lampiran pada BAB III tentang
kompetensi dasar dan inidkator. Dimana murid akan mendapatkan materi pokok
tentang pendidikan bahasa Jepang. Salah satu contonya adalah
Kompetensi dasar : Mengucapkan ungkapan dan salam bahasa Jepang
Indikator : 1.1 Mengucapkan ungkapan dan salam
1.2
Menyambut tamu Jepang dengan ungkapan
salam
Materi pokok : *ungkapan salam dalam bahasa Jepang
*ungkapan Tanya dalam bahasa Jepang
2.1.2
Kurikulum Rekonstruksi Sosial
Kurikulum
ini berlandaskan pada pandangan pendidikan interaksionis. Menurut pandangan ini
pendidikan bukan upaya sendiri melainkan kegiatan bersama, interaksi dan kerja
sama. Melalui kerjasama dan interaksi ini siswa berusaha memecahkan
masalah-masalah yang dihadapinya dalam masyarakat menuju pembentukan masyarakat
yang lebih baik. Konsep kurikulum rekonstruksi sosial menekankan pada minat dan
kebutuhan sosial siswa, dengan kata lain kurikulum ini lebih memusatkan
perhatian pada masalah-masalah yang dihadapi dalam masyarakat.
Model
konsep kurikulum ini dapat ditunjukkan dalam kurikulum bahasa jepang pada
pendekatan pembelajaran sehingga tidak akan monoton yang hanya berisi teori
saja. Namun juga menerapkan praktek dimana siswa
diajarkan terjun ke masyarakat dengan praktek magang ataupun hanya praktek di
tempat kursusnya.
2.1.3
Kurikulum Teknologi
Teknologi
pendidikan dalam arti teknologi alat, lebih menekankan kepada pengguna-an
alat-alat teknologis untuk menunjang efisiensi dan efektifitas pendidikan.
Kurikulumnya berisi rencana-rencana penggunaan berbagai alat dan media, juga
model-model pembelajaran yang banyak melibatkan penggunaan alat. Dalam arti
teknologi sistem, teknologi pendidikan menekankan pada penyusunan program
pem-belajaran atau rencana pembelajaran dengan menggunakan pendekatan sistem.
Program pembelajaran ini bisa semata-mata program sistem, bisa program sistem
yang ditunjang dengan alat dan media, dan bisa juga program sistem yang
dipadukan dengan alat dan media pembelajaran.
Teknologi dalam kurikulum bahasa Jepang ini dapat dilihat pada tujuan
khusus pembelajaran bahasa Jepang di lampiran dimana peserta didik diharuskan
mampu dalam mengoperasikan computer yang berbahasa Jepang tidak hanya dalam
berkomunikasi saja. Tentu saja dalam mengoperasikan computer berbahasa Jepang
tidak hanya mendalami bahasanya saja namun juga harus menguasai ilmu
teknologinya.
2.2 Komponen-komponen
Kurikulum
Para pemikir pendidikan mempunyai ragam dalam menentukan jumlah komponen
kurikulum, meskipun dari beberapa pendapat akan tetapi pemahaman dan
pengertiannya hampir sama. Subandijah membagi komponen kurikulum menjadi 5
yaitu : Tujuan, Isi, Strategi, Media, dam Proses. Sedangkan menurut Nasution
komponen kurikulum ada 4 yaitu : Tujuan, Bahan Pelajaran, Proses, dan
Penilaian. Berikut ini akan di uraikan secara singkat mengenai
komponen-komponen tersebut:
2.2.1
Tujuan
Dalam kurikulum bahasa Jepang ini, terdapat
tujuan umum dan khusus dalam pembelajarannya, yaitu
a. Tujuan umum
Kurikulum ini diharapkan dapat menjadi salah satu
komponen penting dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang
berdaya saing tinggi di bidang bahasa Jepang untuk hotel, sehingga bisa mengisi
pasar kerja, baik di lingkup nasional maupun internasional.
b. Tujuan khusus
Tujuannya adalah agar peserta didik bisa memahami
pekerjaan tersebut secara aplikatif, komprehensif dan terintegrasi serta sesuai
dengan kondisi di lapangan sehingga pada akhirnya setelah proses belajar
mengajar selesai peserta didik benarbenar kompeten dalam melaksanakan
pekerjaannya.
Tujuan tersebut adalah :
1.
Mampu menyambut tamu dalam bahasa Jepang
2.
Mampu mengantarkan tamu ke bagian yang dituju dalam
bahasa Jepang
3.
Mampu melakukan komunikasi sederhana dengan tamu
melalui telepon dalam bahasa Jepang
4.
Mampu menyapa tamu dalam bahasa Jepang
5.
Mampu memberikan penjelasan sederhana tentang
fasilitas hotel dalam bahasa Jepang
6.
Mampu menawarkan bantuan dalam bahasa Jepang
7.
Mampu membantu Tamu untuk Check In dengan bahasa
Jepang
8.
Mampu menangani reservasi dalam bahasa Jepang
9.
Mampu membantu Tamu untuk Check Out dengan bahasa
Jepang
10. Mampu menanggapi permintaan tamu di Front
Office
11. Mampu memberi saran dalam bahasa Jepang
12. Mampu menangani keluhan tamu dalam bahasa
Jepang
13. Mampu menangani keadaan darurat dengan
bahasa Jepang
14. Mampu mempersiapkan rapat/meeting
15. Mampu melakukan komunikasi tertulis
16. Mampu menulis memo dalam bahasa Jepang
17. Mampu mengoperasikan computer berbahasa
Jepang.
18. Mampu melakukan penerjemahan tulis
2.2.2
Isi
Ruang lingkup Kurikulum Kursus Bahasa
Jepang untuk hotel berbasis kompetensi ini harus dapat menjawab tuntutan
kebutuhan pekerjaan yang melingkupi tiga ranah kompetensi, yaitu : Skill (
keterampilan), Knowledge (pengetahuan) dan Attitute (sikap dan perilaku).
Dengan demikian kurikulum ini dapat diharapkan dapat menumbuh kembangkan
kemampuan seseorang dalam lingkup sebagai berikut :
1. Pemahaman tentang pengetahuan yang berkaitan
dengan kompetensi yang harus dimiliki seseorang dalam melaksanakan pekerjaan
Junior Front Liner, Senior Front Liner, Supervisor dan Assistant Manager.
2. Keterampilan yang harus dimiliki oleh
seseorang untuk mendukung pekerjaan sebagai Junior Front Liner, Senior Front
Liner, Supervisor dan Assistant Manager.
3. Nilai-nilai yang berkaitan dengan sikap dan
perlaku yang harus dimiliki seseorang dalam melaksanakan pekerjaan.
Untuk lebih jelasnya lagi dapat kita lihat dalam
lampiran pada BAB III yang menjabarkan tentang kompetensi dasar dan indikator.
2.2.3
Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran sangat mengacu pada
tujuan yang akan dicapai dalam kurikulum bahasa Jepang ini. Sebagaimana yang
sudah dijelaskan sebelumnya.
2.2.4
Media Pembelajaran
Peserta didik kursus bahasa Jepang dapat
melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang terdiri dari 4(empat) level yaitu
Junior Front Liner dengan 5 (lima) unit kompetensi, Senior Front Liner dengan 7
(tujuh) unit kompetensi,Supervisor dengan 8 (delapan) unit kompetensi dan Assistant
Manager dengan 8 (delapan) unit kompetensi Untuk meningkatka kompetensi dan
memperluas lingkup pekerjaan yang diperoleh, maka
lulusan kursus bahasa Jepang untuk hotel
dapat menambah keahlian dengan pelatihan atau kursus komputer.
2.2.5
Evaluasi
Dasar penilaian pada uji kompetensi ini
mengutamakan pada proses dan hasil akhir pencapaian standar dengan melaksanakan
penilaian yang cermat serta teliti. Penilaian diciptakan untuk menghasilkan
pekerja yang kompeten sesuai dengan kompetensi yang diajarkan.
Penilaian ini berhubungan dengan tujuan dan
sasaran program sertifikasi dan akan menilai kapasitas para peserta didik
secara adil dan dapat dipercaya. Hal tersebut terkait dengan telah
diberlakukannya uji kompetensi yang berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
No.70 tahun 2008 tentang Uji Kompetensi bagi peserta didik kursus dan pelatihan
dari satuan Pendidikan Non Formal atau warga masyarakat yang belajar mandiri
yang mengacu kepada Undang-undang No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional dan Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
Penilaian akan dilakukan sesuai dengan level
pendidikan yang diambil oleh peserta didik. Untul Level Junior Front Liner
penilaian dilakukan setelah peserta didik menyelesaikan 5 (lima) unit
kompetensi. Untuk Level Senior Front Liner penilaian dilakukan setelah peserta
didik menyelesaikan 7 (tujuh) unit kompetensi. Untul Level Supervisor penilaian
dilakukan setelah peserta didik menyelesaikan 8(delapan) unit kompetensi. Untuk
Level Assistant Manager penilaian dilakukan setelah peserta didik menyelesaikan
8 (delapan) unit kompetensi.
2.3 Pola
Pengorganisasian Kurikulum
Secara garis besar ada beberapa
pengorganisasian kurikulum. Terkait dengan cara pengorganisasian ini maka
kurikulum mempunyai ciri-ciri tertentu
Pola pengorgani-sasian kurikulum adalah kurikulum mata pelajaran,
kurikulum korelasi, kurikulum bidang study, kurikulum terintegrasi, kurikulum
inti, dan kurikulum pemecahan masalah. Dalam kurikulum
bahasa Jepang ini yang paling cocok cara pengorganisasiannya adalah kurikulum
terintegrasi.
Kurikulum terintegrasi adalah kurikulum
dengan pengorganisasian secara menyeluruh untuk membahas suatu pokok masalah
tertentu merupakan kurikulum dengan pola mengintegrasikan bahan ajar dalam suatu
masalah, kegiatan atau segi kehidupan tertentu, misalnya muatan lokal. Pada
kurikulum ini semua mata pelajaran atau bidang studi tidak terlepas atau tidak
terpisah satu dengan lainnya, dan tidak ada pembatas satu sama lain. Seperti halnya kurikulum bahasa Jepang ini dimana bahan ajar hanya
dalam lingkup berbahasa khususnya bahasa Jepang. Jika dalam lingkungan
pendidikan yang formal kita mengenalnya dalam istilah muatan local, seperti
Bahasa Inggris, bahasa daerah, dll.
Kurikulum terintegrasi memiliki ciri-ciri
sebagai berikut:
i.
disusun berdasarkan
kebutuhan, minat, dan tingkat perkembangan siswa.
ii.
metode pembelajaran
berpusat pada siswa antara lain dengan problem solving.
iii.
sumber bahan tidak
hanya terbatas pada buku sumber, bahkan mementingkan sumber dari pengalaman
siswa dan guru.
iv.
bahan langsung
berhubungan dengan masalah yang diperlukan oleh siswa di masyarakat.
v.
bahan ditentukan
secara bersama-sama oleh guru dan siswa
III.
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan dari makalah Analisis Kurikulum Luar Sekolah ini
adalah sebagai berikut :
1. Dalam kurikulum bahasa Jepang ini terdapat
3 model konsep kurikulum yang diterapkan, yaitu kurikulum subjek akademis,
kurikulum rekonstruksi social, dan kurikulum teknologi.
2. Kurikulum bahasa Jepang ini bertujuan untuk
dapat menjadi salah satu komponen penting dalam upaya meningkatkan kualitas
sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi di bidang bahasa Jepang untuk
hotel, sehingga bisa mengisi pasar kerja, baik di lingkup nasional maupun
internasional.
3.
Pola pengorganisasian kurikulum yang sesuai dalam
kurikulum bahasa Jepang ini adalah kurikulum terintegrasi dimana bahan ajar hanya dalam lingkup berbahasa khususnya bahasa Jepang. Jika
dalam lingkungan pendidikan yang formal kita mengenalnya dalam istilah muatan
local, seperti Bahasa Inggris, bahasa daerah, dll.
DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pendidikan Indonesia. 2009. Kurikulum
Berbasis Kompetensi Bahasa Jepang. Jakarta : Kementrian Pendidikan Nasional
Nasution. 1993. Pengembangan Kurikulum. Bandung : Citra Aditya Bakti
Oliva, Peter F. 1988. Developing the Curiculum. New York
: Hirper Collens Publisher
Subandijah. 1992. Pengembangan dan Inovasi Kurikulum. Jakarta :
RajaGrafindo Persada
Posting Komentar